BELAJARLAH UNTUK TIDAK MUDAH MENYERAH

September 24, 2010

Oleh : Abd Muis

Sebagian dari kita percaya bahwa hidup banyak memberikan pelajaran berharga dari berbagai ujian yang kita mesti hadapi. Bila sedang menerima masalah yang pelik anggapkan itu sebagai ujian kenaikan tingkat untuk memperoleh peningkatan

kualitas diri.

Janganlah kita lantas cepat berputus asa dan mengambil seribu langkah mundur ketika  jalan keluar tak jua menampakkan sosoknya.

Kita sering tidak menyadari benar, seringkali jalan keluar tak jauh dari  keputusan kita untuk mengangkat kedua belah tangan. Istirahat lah sejenak saat kita telah merasa nyaris untuk menggerakan kedua belah tangan ke atas.

Ini janganlah diartikan kita benar-benar tak mampu menemukannya tetapi istirahat adalah bentuk tindakan

peregangan otot-otot, penjernihan perasaan, peredakan pikiran,perasaan, dan pengaturan detak-detak nafas yang tak menentu di seluruh rongga dada. Setitik jalan terang tak

diperoleh bila pergolakan emosi dan kecerdasan menyatu. Bila kita pahami dengan baik, tak ada persoalan tanpa jawaban, ada kemudahan di balik kesulitan, tak ada ujian tanpa

kunci jabawan, begitupun tak ada masalah yang tak ada jalan keluar.

Sederhana saja, kita mungkin tak menyukai jalan keluarnya, yang seringkali kita tak sadari adalah jalan keluar yang tak kita sukai mungkin justru lebih baik dari apa yang kita sukai.

Belajarlah dari tingkah polah serangga yang tiada menyerah menelusuri jalan manapun jua untuk mencapai tujuan. Mengapa kita tidak belajar saja dari semangat mereka.

“karya besar di dunia ini, umumnya dihasilkan olehorang yang tetap melakukan, ketika harapannya nyaris putus (Dale Carnegie)”

“orang sukses selalu berpikir dan berbicara tentang solusi, sebaliknya orang gagal senantiasa berbicara dan berpikir tentang problem. Fokuskan muatan pikiran anda untuk berpikir

solusi ketimbang problem (Brian Tracy)

“kata TIDAK yang dilontarkan dengan penuh keyakinan jauh lebih baik dan lebih berwibawa kata YA, yang Anda ucapkan hanya untuk menyenangkan atau melarikan diri dari kesulitan

(Mahatma Gandhi)

“Kemenangan selalu dimiliki oleh orang yang menolak untuk menyerah dari pertandingan (Napoleon Hill)

Batavia, 30 November 2005

Dikutip dari tulisan : Mohamad Yunus

Alphabet Kehidupan

August 24, 2010

A :    Accept. Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B :    Believe. Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

C :    Care. Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

D :    Direct. Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E :     Earn. Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

F :     Face. Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G :    Go. Berangkatlah dari kebenaran.

H :    Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

I :      Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

J :     Jealously. Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

K :    Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L :    Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

M :   Mind. Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

N :    Never. Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

O :    Observe. Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan,dengarkan, dan belajar dari orang lain.

P :    Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Q :    Question. Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R :    Respect. Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S :    Self confidence, self esteem, self respect. Percaya diri, harga diri,citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T :    Take. Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

U :    Understand. Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.

V :    Value. Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

W :   Work. Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo’a.

X :    X’tra. Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y :    You. Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z :    Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula

Semoga yang saya sampaikan dalam artikel ini dapat memberikan tambahan pengetahuan baru bagi siapa saja yang membutuhkan.

BIMBINGAN KARIR SEBAGAI UPAYA MEMBANTU KESIAPAN SISWA DALAM MEMASUKI DUNIA KERJA

June 15, 2010


Bimbingan Karir Salah Satu Faktor Yang Dapat Mempersiapkan Siswa Memasuki Dunia Kerja

Oleh: Abd. Muis

(Guru SMKN 4 Jember)

Dalam pelayanan bimbingan dan konseling ada empat bidang pelayanan yang harus diberikan kepada siswa yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir. Bimbingan karir pada hakekatnya merupakan salah satu upaya pendidikan melalui pendekatan pribadi dalam membantu individu untuk mencapai kompetisi yang diperlukan dalam menghadapi masalah-masalah karir.

Donald D. Super (1975) mengartikan bimbingan karir sebagai suatu proses membantu pribadi untuk mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta peranannya dalam dunia kerja. Menurut batasan ini, ada dua hal penting, pertama proses membantu individu untuk memahami dan menerima diri sendiri, dan kedua memahami dan menyesuaikan diri dalam dunia kerja. Oleh sebab itu yang penting dalam bimbingan karir adalah pemahaman dan peCareer guidance … encompasses all of the service that aim at helping pupils make occupational and educational plans and decisions nyesuaian diri baik terhadap dirinya maupun terhadap dunia kerja. Tolbert, (1975:27) memaparkan bahwa ““. Pengertian Tolbert ini mengandung makna bahwa bimbingan karir merupakan salah satu bentuk layanan dalam membantu siswa merencanakan karirnya.

Berdasarkan uraian terdahulu maka dapat dikatakan bahwa bimibingan karir merupakan suatu proses bantuan yang diberikan pada individu melalui berbagai cara dan bentuk layanan agar ia mampu merencanakan karirnya dengan mantap sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, pengetahuan dan kepribadian serta faktor-faktor yang mendukung kemajuan dirinya. Faktor-faktor yang mendukung perkembangan diri tersebut misalnya informasi karir yang diperoleh siswa dan status sosial ekonomi orang tua. Peters dan Shetzer (1974:267) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu siswa dengan cara yang sistematis dan terlibat dalam perkembangan karir. Guru pembimbing hendaknya dapat membantu siswa merencanakan karirnya sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimilikinya. Moh. Surya (1988:14) menyatakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu individu memperoleh kompetensi yang diperlukan agar dapat menentukan perjalanan hidupnya dan mengembangkan karir kearah yang dipilihnya secara optimal.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, secara essensial bimbingan karir merupakan salah satu proses layanan yang bertujuan membantu siswa dalam proses pemahaman diri, pemahaman nilai-nilai, pengenalan lingkungan, hambatan dan cara mengatasinya serta perencanaan masa depan.

Masa depan harus direncanakan disongsong bukan di tunggu. Awal masa depan itu adalah “di sini dan sekarang”. Persiapan untuk menyongsong masa depan dilakukan melalui prosedur-prosedur tertentu baik melaui pendidikan informal, formal maupun non formal. Melalui pendidikan di sekolah siswa dibekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap- sikap tertentu. Bekal yang diperoleh siswa di sekolah bertujuan untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

Pacinski dan Hirsh (1971:8) menegaskan bahwa sekolah-sekolah mendapat kesempatan yang berharga melaui proses pendidikan untuk mempersipakn siswa memasuki dunia kerja. Salah satu bentuk layanan yang diberikan sekolah dalam upaya mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja adalah bimbingan karir di samping kegiatan kurikuler. Melalui bimbingan karir siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang dirinya, pengenalan terhadap berbagai jenis sumber-sumber kehidupan serta penghargaan yang objektif dan sehat terhadap karir.

Untuk mengantar siswa ke gerbang masa depan (pendidikan dan pekerjaan) yang diharapkan, program bimbingan karir yang dicanangkan di sekolah merupakan wadah yang tepat untuk itu. Melalui kegiatan bimbingan karir, siswa dibekali dan dilatih dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan apa, mengapa dan bagaimana merencanakan masa depan. Artinya siswa mulai dari kelas satu sampai tamat SMK dilatih, dibimbing untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana merencanakan karir sepanjang hidup (career life span).

Makna Informasi karir

Di dalam arus globalisasi yang memiliki diferensiasi sosial yang semakin
kompleks, khususnya siswa SMK akan dihadapkan pada berbagai macam kemungkinan pilihan hidup yang penting, seperti pilihan untuk melanjutkan studi, pilihan tentang dunia kerja, pilihan tentang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat, dan semua ini menuntut kemandirian dalam menjatuhkan pilihannya. Bagi siswa yang tidak dapat memahami potensi yang dimliki, di duga mereka juga tidak akan dapat menentukan berbagai macam pilihan karir, akhirnya akan mengalami masalah.

Permasalahan karir merupakan permasalahan masa depan siswa. Kegiatan masa sekarang akan mewarnai masa depan seseorang. Agar siswa SMK dapat menyiapkan masa depannya dengan baik, siswa harus dibekali dengan sejumlah informasi karir yang akan dipilihnya. Informasi yang cukup dan tepat tentang seseorang individu, merupakan aset bagi individu yang bersangkutan untuk memahami faktor-faktor yang ada pada dirinya, faktor kekuatan maupun faktor kelemahan-kelemahannya. Menurut John Hayes dan Barrie Hopson (1981:37) informasi karir adalah informasi yang mendukung perkembangan bidang pekerjaan, dan berdasarkan informasi itu memungkinkan seseorang mengadakan pengujian akan kesesuaian dengan konsep dirinya. Lebih lanjut dikatakan informasi karir tidak hanya sekedar merupakan objek faktual, tetapi sebagai kemampuan proses psikologis untuk mentransformasikan informasi itu dikaitkan dengan pilihan dan tujuan hidup masa depan.

Dewa Ketut Sukardi (1984:112) mengemukakan pada dasarnya informasi karir terdiri dari fakta-fakta mengenai pekerjaan, jabatan atau karir dan bertujuan untuk membantu individu memperoleh pandangan, pengertian dan pemahaman tentang dunia kerja dan aspek-aspek dunia kerja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa informasi karir/jabatan meliputi fakta-fakta yang relevan dengan butir-butir berikut:

  1. Potensi pekerjaan termasuk luasnya, komposisinya, faktor-faktor geografis, jenis kelamin, tingkat usia, dan besarnya kelompok-kelompok industri.
  2. Struktur kerja dan besarnya kelompok-kelompok kerja
  3. Ruang lingkup dunia kerja meliputi; pemahaman lapangan kerja, perubahan populasi permintaan dari masyarakat umum yang membaik dan perubahan teknologi.
  4. Klasifikasi pekerjaan dan informasi pekerjaan.

(Dibuat sebagai  pemenuhan Tugas pada Diklat Penulisan Artikel dan PTK Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Tgl. 1 Juni s/d 3 Juni 2009)

NLP TRAINING JEMBER

May 25, 2010

“Magic Communication”
with NLP

Trainer :
Hendry Risjawan M, MNLP, MTC, EITC, CHt, CI *
Licensed Master Practitioner of NLP™
Ketua Umum Trainers Club Indonesia

BANDUNG PERMAI Hotel
Jl. Hayam Wuruk No.38 – JEMBER

Sabtu-Minggu, 24-25 Juli 2010

PENDAHULUAN
Masalah produktivitas pegawai atau karyawan erat kaitannya dengan personal state karyawan yang bersangkutan. Pegawai bermasalah adalah bagian dari tantangan produktivitas yang harus disiasati secara efektif., baik oleh atasan langsungnya maupun bidang Kepegawaian, salah satunya dengan melakukan Konseling. Banyak pendekatan dalam proses Konseling, baik directive maupun non directive yang bertujuan membantu pegawai mengatasi masalahnya. Di sisi lain proses Konseling menjadi tidak efektif karena gagal menemukan akar permasalahan yang sebenarnya, sehingga solusi yang muncul juga tidak menyelesaikan problem yang mendasar, dan potensial untuk muncul kembali sewaktu-waktu.
Konseling yang efektif dimulai dengan proses penggalian informasi, klarifikasi dan konfirmasi atas permasalahan yang mendasar dan berpengaruh terhadap kinerja individu. Kemudian dilanjutkan dengan pemecahan masalah dengan mengarahkan untuk menemukan alternatif solusi secara mandiri. Di bagian akhir perlu dibangun tujuan yang nyata dan terukur dan ditutup dengan mengikat komitmen untuk menjalankan action plan secara konkrit. Langkah-langkah ini hanya bisa dilakukan bila memiliki kemampuan teknik komunikasi, kalibrasi dan klarifikasi untuk memastikan akurasi informasi, serta kemampuan memahami cara kerja pikiran dalam menemukan alternatif pemecahan masalah.
NLP (Neuro-Linguistic Programming), sebagai teknologi yang mempelajari cara kerja dan optimalisasi pikiran manusia, dengan pola unconscious communication (komunikasi bawah sadar) dan seperangkat metode pemberdayaan pikiran lainnya sehingga dapat memastikan bahwa proses komunikasi dalan proses Konseling berjalan efektif untuk:

• menemukan akar permasalahan,
• menemukan alternatif solusi dan
• mengikat komitmen pencapaian tujuan secara konkrit sehingga karyawan dapat menampilkan kinerja yang optimal dan produktif.

OUTPUT PROGRAM :
Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta:
1. Mampu memprogram diri dan pikiran agar trampil dan prima dalam menjalankan konseling
2. Mampu melakukan teknik pendekatan (rapport building) dan membangun kepercayaan untuk mengurangi hambatan komunikasi (communication barriers) dalam hubungan interpersonal
3. Mampu menggunakan teknik bertanya dan teknik klarifikasi untuk menggali pemasalahan (yang sebenarnya) secara cermat
4. Mampu mendeteksi indikasi adanya informasi yang menyesatkan atau kebohongan (false information)
5. Mampu memberikan feedback secara efektif
6. Mampu mengarahkan karyawan pemecahan masalah secara mandiri
7. Mampu mengikat komitmen, memotivasi dan mengarahkan pada pencapaian tujuan secara konkrit
8. Mampui melakukan Therapy ringan
9. Mampu melakukan proses komunikasi dalam C&C dengan menggunakan teknik-teknik dalam NLP secara efektif
MATERI DIKLAT :
1. NLP, teknologi optimalisasi pikiran manusia (mind technology)
2. Pemanfaatan komunikasi dengan pikiran bawah sadar (unconscious mind)
3. Sistem Representasi dan Realitas Internal (Representational Systems)
4. Teknik Pendekatan dan Membangun Kepercayaan (Rapport, Pacing & Leading)
5. Teknik komunikasi linguistic, paralinguistic & body language
6. Teknik klarifikasi Meta Model
7. Teknik deteksi, kalibrasi dan Eye Accessing Cues
8. Teknik mengarahkan pada pemecahan masalah menggunakan neurological level
9. Teknik memotivasi dan mengikat komitmen pada pencapaian tujuan secara konkrit (future pacing)
10. Teknik Therapy singkat
METODE, DURASI & PESERTA :
• Metode:
• Lecture/Presentasi
Penjelasan pokok-pokok pikiran dan contoh-contoh penerapan

• Simulasi / Role Playing
Memberikan contoh secara nyata dan memahami materi dengan mengambil peran
• Penugasan / Latihan Mandiri
Menggagas ide dan mencari insight atas materi yang telah dipelajari
• Practice
Melakukan secara nyata teknik-teknik yang telah dipelajari untuk mengukur daya serap dan pemahaman atas materi serta memastikan kesiapan untuk mengiplementasikan secara konkrit
• Others
Metode lain dapat dikembangkan on the spot sesuai dengan dinamika forum dan perkembangan pelatihan
• Durasi : 2 (dua) hari efektif
• Peserta : Maksimal 20 orang

PESERTA :
• Pimpinan Instansi Pemerintahan ;
• Pimpinan Perusahaan ;
• Pimpinan PTN / PTS ;
• Kepala Sekolah ;
• Konselor ;
• Manajer Personalia ;
• Manajer Pemasaran ;
• Praktisi Komunikasi,
• Profesional, dll.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN :
• H a r i : Sabtu – Minggu
• Tanggal : 24 Juli – 25 Juli 2010
• Waktu : Pukul 08.00 – 17.00 WIB
• Tempat : BANDUNG PERMAI Hotel
Jl. Hayam Wuruk No. 38 JEMBER

INVESTASI :
Investasi sebesar Rp. 3.000.000/ orang. (Discount 20% bagi 10 pendaftar pertama).
Pembayaran biaya Investasi dengan cara Deposite Payment (DP) sebesar Rp. 200,000,- dan sisanya dibayar pada saat (Registrasi) pelaksanaan atau melalui pembayaran lewat Bank BRI Cabang Jember, a.n Khairy Mulyadi , Nomor :0021-01-055582-50-8

CONTACT PERSON :
Abd. Muis : Tlp. 03317708484 – email : abdoel.muis@gmail.com
Khairy Mulyadi : Tlp. 081336648666 – email : khairymulyadi@gmail.com
Sekretariat : Perum PURI SADEWO ,
Jl. Durian I No. 10 – Tlp. 03317708484 – 081336648666
J E M B E R

FASILITAS PESERTA :
 Diktat Pelatihan
 Sertifikat
 Coffee Break dua (2) kali
 Lunch

Demikian penawaran dari kami, semoga kesempatan baik ini mendapat apresiasi dari bapak.

Terima kasih.

Jember, 5 Mei 2010
Phoenix Institute,

Drs. Khairi Mulyadi, CHt

APA ITU NLP ?

May 21, 2010

Pertanyaan itu masih sering saya dengar dari teman-teman yang pernah membaca artikel tentang istilah, atau setidaknya pernah berkenalan dengan “makhluk” ini. Sebuah pertanyaan yang mendasar, sebab nama ilmu yang ‘aneh’ ini memang seringkali membuat para pendengarnya bertanya-tanya apa sih sebenarnya makhluk bernama NLP ini.

Pemahaman ini tidak dimulai dari penjabaran istilah atau definisi rumit yang membuat kepala Anda pusing tujuh keliling. Sederhananya dapat kita ikuti dari latihan berikut ini. Bersiap-siaplah!!!

Meskipun latihan ini bisa dilakukan dengan mata terbuka, namun bagi beberapa orang menutup mata akan memberikan hasil yang lebih mengesankan. Tanyakan pada diri Anda, termasuk dalam kategori manakah Anda?!

OK, dengan membuka atau menutup mata, sekarang, dengarkan kalimat berikut ini diucapkan dari kedua telinga Anda, “Anda adalah orang paling baik yang pernah saya kenal.”

Sudah? Ulangi hingga 3 kali.

Nah, apa gambaran atau perasaan yang muncul dalam diri Anda demi mendengar kalimat tersebut?

OK, mari kita lanjutkan. Membuka atau menutup mata, sekarang, dengarkan kalimat, “Saya adalah orang paliiiiiiiiiing bahagia di dunia ini.”

Ho ho, apa lagi yang muncul kali ini?

Hmm…bagaimana dengan kata-kata ini, “Rasakan makanan termanis yang pernah Anda rasakan.”

Upss, maaf, kalau kalimat terakhir ini membuat air liur Anda menetes

Sebuah pengalaman yang umum, bukan? Hanya sebuah kalimat sederhana, ternyata, tidak bisa tidak, pasti memicu respon dalam pikiran-perasaan-tubuh Anda tanpa bisa dilawan. Tidak percaya? Teruslah membaca artikel ini, dan tandai apakah Anda bisa tidak memunculkan respon apapun.

Ah, agak sulit ya? Cobalah lebih keras. Saya tahu Anda bisa!

Nah, dari latihan sederhana ini, kita akan melanjutkan ke pembahasan tentang definisi NLP ditilik dari kepanjangannya, Neuro-Linguistic Programming. Ya, kata neuro dan linguistic memang disambungkan dengan “-“ dengan maksud tertentu. Apa kah itu? Sebentar lagi ya.

Secara harfiah dan mudahnya, NLP dapat diterjemahkan sebagai melakukan pemrograman neuro (saraf) menggunakan keahlian berbahasa (linguistik). Menjadi nyambung dengan latihan yang baru saja kita lalui, sebab memang latihan tersebut dirancang untuk menghasilkan fenomena NLP ini. Bagaimana tidak? Anda hanya membaca kalimat sederhana, dan respon tertentu muncul. Nah, respon itu sebenarnya apa sih? Ya susuran saraf.

Loh, kok?

Ya, karena baik respon itu berupa gambaran, suara, atau perasaan, ia hakikatnya terbentuk akibat adanya susunan saraf tertentu di dalam tubuh kita. Bagi mereka yang belum yakin, saya seringkali menanyakan, “Jika saya belah kepala Anda dan berusaha mencari gambaran yang muncul karena mendengar kalimat saya, kira-kira di bagian mana ya saya akan menemukannya?”

Meskipun saya bukan ahli anatomi, saya amat yakin bahwa saya tidak akan pernah menemukannya, selain bahwa ia hanyalah output dari susunan saraf tertentu yang terjalin dengan begitu indahnya.

Di titik inilah, biasanya teman-teman akan mulai menemukan titik terang akan makna neuro-linguistic, ditambah mengapa keduanya dihubungkan dengan “-“. Sebab memang terdapat hubungan istimewa antara saraf dengan kata-kata, sebuah hubungan yang begitu erat sehingga tidak satu pun kata yang tidak memunculkan respon pada saraf, kecuali kata tersebut begitu teramat sangat asing bagi si pendengar. Sebuah kejadian yang teramat sangat langka, bukan?

Lalu, bagaimana dengan ‘programming’? Sederhana saja. Jalinan saraf yang terbentuk, begitu ia semakin kompleks, maka ia menjadi semacam program layaknya sebuah program komputer. Bahkan, kalau dipikir-pikir, para ahli bisa menemukan program komputer seperti juga karena menggunakan logika yang sama dengan pikiran manusia. Mereka barangkali hanya belum menyadarinya.

Program-program inilah yang dalam berbagai bentuknya kemudian menjadi yang dinamakan sebagai behavior (perilaku), capability (kemampuan), belief (keyakinan), value (nilai-nilai), dst. Dalam bahasa lain, berbagai hal tersebut sering juga disebut dengan mindset.

Nah, metafora program ini menjadi menarik, karena ia memiliki asumsi bahwa sebuah program tentu dapat diinstal, diuninstal, dikode ulang, dan direinstal. Asumsi ini lah yang kemudian menjadi pendukung berbagai asumsi lain dalam NLP yang mengajarkan kita untuk bisa menjadi tuan bagi diri kita sendiri. Dengan kata lain, berbagai perilaku, kemampuan, keyakinan, nilai-nilai, dll yang kita miliki bisa kita ubah sesuai dengan manfaat yang diberikannya kepada kita. Ketika, misalnya, sebuah keyakinan sudah kadaluarsa, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tetap mempertahankannya. Ketika kita membutuhkan kemampuan baru, maka tidak ada alasan untuk tidak segera menginstal kemampuan yang baru. Dan seterusnya.

Demikianlah, maka mempelajari NLP akan membuat kita sadar betul mengapa kita menjadi seperti sekarang, dan bagaimana kita bisa menjadi seperti apa yang kita inginkan. Telusurilah kata-kata yang pernah diinstal ke dalam pikiran-perasaan Anda, dan dengan mudah ia akan membukakan fakta blueprint dari model dunia Anda saat ini. Sementara itu, menjadi lebih mudah bagi Anda dan saya untuk menjadi tuan bagi diri sendiri, yakni dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan respon yang kita inginkan. Maka berhati-hatilah dalam berkata-kata, sebab ia akan menjadi program dalam pikiran-perasaan Anda. (http://www.hendryrisjawan.com.)


PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN

May 19, 2010

Dalam buku “Genius Learning Strategy” Andi Wira Gunawan menegaskan bahwa sesungguhnya tidak ada mata pelajaran yang membosankan, yang ada adalah guru yang membosankan, suasana belajar yang membosankan. Hal ini terjadi karena proses belajar berlangsung secara monoton dan merupakan proses perulangan dari itu ke itu juga tiada variasi. Proses belajar hanya merupakan proses penyampaian informasi satu arah, siswa terkesan pasif menerima materi pelajaran.

Pembelajaran Aktif

Pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa untuk mengalami sendiri, untuk berlatih, untuk berkegiatan sehingga baik dengan daya pikir, emosional dan keterampilannya mereka belajar dan berlatih. Pendidik adalah fasilitator, perancang suasana kelas demokratis, kedudukan pendidik adalah pembimbing dan pemberi arah, peserta didik merupakan obyek sekaligus subyek dan mereka bersama-sama saling mengisi kegiatan, belajar aktif dan kreatif. Disini dibutuhkan partisipasi aktif di kelas, bekerja keras dan mampu menghargainya, suasana demokratis, saling menghargai dengan kedudukan yang sama antar teman, serta kemandirian akademis.

Dr. Vernon A. Magnesen (1983) menegaskan bahwa persentase keberhasilan kita menyerap informasi dan menyimpannya dalam memori ketika belajar adalah :

  • 10 %  dari apa yang kita baca
  • 20 % dari apa yang kita dengar
  • 30 %  dari apa yang kita lihat
  • 50 % dari apa yang kita lihat dan dengar
  • 70 %  dari apa yang kita katakan
  • 90 % dari apa yang kita katakan dan kerjakan.

Oleh  sebab itu guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar baik secara mental, fisik maupun sosial.

PAKEM

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan.

  • Aktif dimaksudkan bahwa  dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar merupakan proses aktif dari si pembelajar (siswa) dalam membangun pengetahuannya. Siswa bukanlah gelas kosong yang pasif yang hanya menerima kucuran ceramah sang guru tentang pengetahuan/informasi.
  • Kreatif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam serta mampu membuat alat bantu/media belajar sederhana yang dapat memudahkan pemahaman siswa. Kegiatan pembelajaran tidak musti dilakukan di dalam kelas secara klasikal, namun proses pembelajaran juga dapat dilakukan di luar kelas, belajar berkelompok, belajar secara kontekstual, bermain peran, dsb. Disamping itu siswa aktif pula bertanya, berdiskusi, mengemukan pendapat, merancang , membuat sesuatu, melalukan demonstrasi, membuat laporan, membuat refleksi, mempresentasikan pengetahuannya.
  • Efektif dimaksudkan selama proses pembelajaran berlangsung, terwujudnya ketercapaian tujuan pembelajaran. Siswa menguasai kompetensi dan ketrampilan yang ditargetkan kurikulum.
  • Menyenangkan adalah suasana belajar mengajar yang menyenangkan dan nyaman. Siswa selaku subjek belajar tidak takut dimarahi jika ia salah, tidak takut ditertawakan jika ia keliru, tidak dianggap sepele, berani mencoba karena tidak takut salah.

Yang Perlu diperhatikan dalam melaksanan PAKEM:

  • Memahami sifat yang dimiliki anak

Pada dasarnya anak memiliki sifat rasa ingin tahu dan berimajinasi. Kedua sifat ini merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/berpikir kritis dan kreatif. Untuk itu kegiatan pembelajaran harus dirancang menjadi lahan yang subur bagi berkembangnya kedua sifat tersebut. Suasana pembelajaran dimana guru memuji siswa karena hasil karyanya, guru tidak menyepelekan dan mempermalukannya di depan siswa, guru mengajukan pertanyaan yang menantang, guru mendorong dan memotivasi anak untuk melakukan percobaan, dsb merupakan pembelajaran yang subur dan tepat.

  • Mengenal anak secara perorangan

Siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan kemampuan berbeda. Perbedaan individual harus diperhatikan dan harus tercermin dalam KBM. Semua anak dalam kelas tidak harus selalu mengerjakan kegiatan yang sama, melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah (tutor sebaya).

  • Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar

Siswa sejak masa kecilnya secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Dengan berkelompok, akan memudahkan mereka berinteraksi dan bertukar pikiran.

  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah

Pada dasarnya hidup adalah memecahkan masalah, untuk itu diperlukan kemamapuan berpikir kritis dan kreatif. Kritis untuk menganalisis masalah, dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. Kedua jenis berpikir tersebut berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya sudah ada sejak anak terlahir. Oleh karena itu, tugas guru adalah mengembangkannya.

  • Mengembangkan ruangan kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik

Ruangan kelas yang menarik sangat disarankan dalam PAKEM. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan di ruangan kelas, karena dapat memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik lagi dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. Selain itu, hasil karya dapat menjadi rujukan ketika membahas suatu masalah serta sumber informasi.

  • Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar

Lingkungan (fisik, sosial, budaya) merupakan sumber yang sangat kaya untuk bahan belajar anak. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar, serta objek belajar siswa.

  • Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar

Pemberian umpan balik dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Umpan balik hendaknya lebih mengungkap kekuatan/kelebihan dari pada kelemahan siswa serta santun penyampaiannya tidak menimbulkan antipati. Guru harus konsisten memeriksa hasil kerja siswa dan memberi komentar dan catatan. Catatan guru berkaitan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi perkembangan diri siswa daripada sekedar angka.

  • Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental

Dalam pembelajaran PAKEM, aktif mental lebih diinginkan dari pada aktif fisik. Sering bertanya, mempertanyakan gagasan orang lain, mengemukakan gagasan, merupakan tanda-tanda aktif mental. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut, takut salah, takut ditertawakan, takut disepelekan, takut dimarahi jika salah. Guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut, baik yang datangnya dari guru itu sendiri maupun dari temannya.

Ciri Yang Menonjol pada PAKEM

Pertama, adanya sumber belajar yang beraneka ragam, dan tidak lagi mengandalkan buku sebagai satu-satunya sumber belajar. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Bukan semata-mata untuk menafikan sama sekali buku pelajaran sebagai salah satu sumber belajar peserta didik.

Kedua, sumber belajar yang beraneka ragam tersebut kemudian didesain skenario pembelajarannya dengan berbagai kegiatan.

Ketiga, hasil kegiatan belajar mengajar kemudian dipajang di tembok kelas, papan tulis, dan bahkan ditambah dengan tali rapiah di sana-sini. Pajangan tersebut merupakan hasil diskusi atau hasil karya siswa.pajangan hasil karya siswa menjadi satu ciri fisikal yang dapat kita amati dalam proses pembelajaran.

Keempat, kegiatan belajar mengajar bervariasi secara aktif, yang biasanya didominasi oleh kegiatan individual dalam beberapa menit, kegiatan berpasangan, dan kegiatan kelompok kecil antara empat sampai lima orang, untuk mengerjakan tugas-tugas yang telah disepakati bersama, dan salah seorang di antaranya menyampaikan (presentasi) hasil kegiatan mereka di depan kelas. Hasil kegiatan siswa itulah yang kemudian dipajang.

Kelima, dalam mengerjakan pelbagai tugas tersebut, para siswa, baik secara individual maupun secara kelompok, mencoba mengembangkan semaksimal mungkin kreativitasnya.

Keenam, dalam melaksanakan kegiatannya yang beraneka ragam itu, tampaklah antusiasme dan rasa senang siswa.

Ketujuh, pada akhir proses pembelajaran, semua siswa melakukan kegiatan dengan apa yang disebut sebagai refleksi, yakni menyampaikan (kebanyakan secara tertulis) kesan dan harapan mereka terhadap proses pembelajaran yang baru saja diikutinya.

Menciptakan Suasana Menyenangkan

1. Ciptakanlah lingkungan Relaks, yaitu lingkungan yang aman untuk melakukan kesalahan, namun memiliki harapan yang tinggi. Perlu disadari bahwa dalam belajar belum banyak kata “Aku Tahu” tetapi lebih banyak kata “Aku Belum Tahu”, maka wajar jika anak salah.

2. Subjek pelajaran adalah relevan

Anda ingin belajar ketika Anda Melihat Manfaat dan pentingnya subjek pelajaran itu

3. Belajar secara emosional adalah positif

Belajar dapat dilakukan bersama ketika ada    humor, dorongan semangat, waktu rehat dan jeda teratur, dan dukungan antusias

4. Tantang Otak Anak

Otak akan suka hal yang bersifat; tidak masuk akal/ekstrem; Seksi; Penuh Warna; Multi Sensori (lebih satu panca indra); Lucu ; Melibatkan Emosi ; Tindakan Aktif; Gambar 3 dimensi atau Hidup; Menggunakan Asosiasi; Imajinasi; Simbol; Melibatkan Irama atau Musik ;Nomor dan urutan

5. Libatkan semua indera, otak kiri & kanan

Otak kiri memainkan peranan dalam pemrosesan logika, kata-kata, matematika, dan urutan, yang disebut pembelajar akademis. Otak kanan berurusan dengan irama, rima, musik, gambar, dan imajinasi, yang disebut dengan aktivitas kreatif

6. Konsolidasi bahan yg sudah dipelajari

Tinjau Ulang materi pelajaran dan Hubungkan dengan materi lain dan kehidupan nyata

Profile Singkat Trainner

May 11, 2010

Nama : Hendry Risjawan M

Seorang Trainer, Mind Motivator & Mind

Trainer, Motivator dan Therapist yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun di dunia Training & Development.

Kecintaannya yang sangat besar kepada dunia pengembangan manusia khususnya Training telah meng-inspirasinya untuk mendirikan dan menjadi Ketua Umum Trainers Club Indonesia (TCI) suatu komunitas Trainer terbesar di Indonesia dan Indonesian Association for Training & Development (IATD).

Seiring dengan misi hidupnya “Life for Success”, pria lulusan Teknik Industri – Universitas Trisakti ini telah memperoleh Licensed

  1. Master Practitioner of Neuro Linguistic Programming (NLP), dibawah lisensi DR. Richard Bandler (co-creator NLP) dari Society of NLP, USA;
  2. Certified Professional Instructor of Hypnotist & Hypnotherapist from IBH & HTII,
  3. Certified Master Trainer,
  4. Certified Hypnotist from Hypnosis Motivation Institute, USA,
  5. Certified Trainer EQ,
  6. Certified People Mastery,
  7. Certified SHINE Practitioner,
  8. Certified Trainer Medical First Responder,
  9. EFT Practitioner,

10.  Ericksonian Hypnotherapy,

11.  Telepathy & Subjective Communication,

12.  Master Teacher of Shamballa Multidimensioanl Healing, dll.

Dengan berbekal pengetahuan tersebut, maka dalam Trainingnya Hendry Risjawan selalu menggunakan pendekatan NLP dan Mind Mastery untuk membantu peserta mendapatkan Mindset yang tepat untuk kesuksesan karir mereka.

Melalui Phoenix Institute – The Mind Mastery of Indonesia, Hendry Risjawan memberikan berbagai Training baik Inhouse maupun Public Training, seperti:

  1. Design Your Life for Success,
  2. Training for Trainer,
    1. Hypnosis,
    2. Hypnotherapy,
    3. Hypo-Pregnancy,
    4. Self Hypnosis,
    5. NLP for Trainer,
    6. Selling with NLP,
    7. Presentation Skill with NLP,
    8. Relationship Skill with NLP,
    9. Handling Customer with NLP,
    10. Release Your Stress with Mind,
    11. Applied NLP for Personal Excellence, Becoming Successful Leader with NLP, dll.

Beberapa klien yang pernah ditanganinya adalah:

  1. PT. Bakrie Pipe Industries,
  2. PT. Bakrie Building Industries,
  3. PT. Bakrie Corrugated Metal Industry,
  4. PT. Kiani Kertas, Dep. Perhubungan,
  5. Badan SAR Nasional,
  6. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
  7. Bank Syariah Mandiri,
  8. Pertamina, PLN Surabaya,
  9. PT. Wyeth Indonesia,

10.  Dept. Kehakiman,

11.  PT. Palyja, UNICEF, Universitas Trisakti, Gerakan Pramuka,

12.  PT. Batamindo Investment Cakrawala,

13.  PT. Johnson Home Hygiene Product,

14.  Mabes TNI AL, dll.

NLP Training Jember

May 10, 2010

NLP (neuro-linguistic programming), sebagai teknologi yang mempelajari cara kerja dan optimalisasi pikiran manusia, dengan pola unconscious communication (komunikasi bawah sadar) dan seperangkat metode pemberdayaan pikiran lainnya memastikan bahwa proses komunikasi dalan proses Konseling berjalan efektif untuk:

  • menemukan akar permasalahan,
  • menemukan alternatif solusi dan
  • mengikat komitmen pencapaian tujuan secara konkrit

sehingga karyawan dapat menampilkan kinerja yang optimal dan produktif.

SASARAN PROGRAM

Setelah mengikuti training ini, diharapkan peserta:

  1. Mampu memprogram diri dan pikiran agar trampil dan prima dalam menjalankan konseling
  2. Mampu melakukan teknik pendekatan (rapport building) dan membangun kepercayaan untuk mengurangi hambatan komunikasi (communication barriers) dalam hubungan interpersonal
  3. Mampu menggunakan teknik bertanya dan teknik klarifikasi untuk menggali pemasalahan (yang sebenarnya) secara cermat
  4. Mampu mendeteksi indikasi adanya informasi yang menyesatkan atau kebohongan (false information)
  5. Mampu memberikan feedback secara efektif
  6. Mampu mengarahkan karyawan pemecahan masalah secara mandiri
  7. Mampu mengikat komitmen, memotivasi dan mengarahkan pada pencapaian tujuan secara konkrit
  8. Mampui melakukan Therapy ringan
  9. Mampu melakukan proses komunikasi dalam C&C dengan menggunakan teknik-teknik dalam NLP secara efektif

MATERI

  1. NLP, teknologi optimalisasi pikiran manusia (mind technology)
  2. Pemanfaatan komunikasi dengan pikiran bawah sadar (unconscious mind)
  3. Sistem Representasi dan Realitas Internal (Representational Systems)
  4. Teknik Pendekatan dan Membangun Kepercayaan (Rapport, Pacing & Leading)
  5. Teknik komunikasi linguistic, paralinguistic & body language
  6. Teknik klarifikasi Meta Model
  7. Teknik deteksi, kalibrasi dan Eye Accessing Cues
  8. Teknik mengarahkan pada pemecahan masalah menggunakan neurological level
  9. Teknik membentuk tujuan yang SMART (well-formed outcome)
  10. Teknik memotivasi dan mengikat komitmen pada pencapaian tujuan secara konkrit (future pacing)
  11. Teknik Therapy singkat

METODE, DURASI & PESERTA

  • Metode:
    • Lecture/Presentasi

Penjelasan pokok-pokok pikiran dan contoh-contoh penerapan

    • Simulasi / Role Playing

Memberikan contoh secara nyata dan memahami materi dengan mengambil peran

    • Penugasan / Latihan Mandiri

Menggagas ide dan mencari insight atas materi yang telah dipelajari

    • Practice

Melakukan secara nyata teknik-teknik yang telah dipelajari untuk mengukur daya serap dan pemahaman atas materi serta memastikan kesiapan untuk mengiplementasikan secara konkrit

    • Others

Metode lain dapat dikembangkan on the spot sesuai dengan dinamika forum dan perkembangan pelatihan

  • Durasi : 2 (dua) hari efektif
  • Peserta : Maks. 20 orang

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

  • Hari/Tanggal  : Sabtu 31 Juli s/d 1 Agustus 2010
  • Waktu                : Pukul 08.30 – 17.00 WIB
  • Tempat              : Bandung Permai Hotel, Jl. Hayam Wuruk 5 – Jember

TRAINER :

CONTACT PERSON :

Abd. Muis :   Tlp. 03317708484  – email : abdoel.muis@gmail.com

Mulyadi Kh : Tlp. 081336648666 -  email : khairimulyadi@gmail.com

INVESTASI

Investasi  sebesar Rp. 3.000.000/ orang,

(discount 20% untuk 10 pendaftar pertama)

FASILITAS PESERTA

  • Materi
  • Sertifikat.
  • Dua (2) kali Breakfast
  • Lunch

Pariwisata Jember

May 10, 2010

Sungguh luar biasa!!

Ini mungkin kata-kata yang sangat membuat saya “miris”,

mengapa tidak,

Jember yang memiliki potensi pariwisata yang sangat kaya

ternyata tidak atau setidaknya kurang mendapatkan perhatian

dari para pemikir dan pengelola pariwisata di kabupaten tercinta ini,

Di kabupaten ini banyak sekali potensi yang saya yakin memiliki keunikan

dan kelebihan yang tidak kalah dengan daerah lain.

Ada Watu Ulo, Rembangan, Puger, Paseban, Tancak yang masing-masing memiliki daya pikat dan pesona tersendiri.

Belum lagi kekayaan Alam yang berupa perkebunan, begitu banyak kawasan

yang memiliki potensi wisata yang sangat dan layak untuk “dijual” kepada wisatawan.

Sekarang tinggal bagaimana dengan “Bapak”  para pengambil kebijakan didaerah tercinta ini,

kalau daerah lain sebut saja Malang, Lamongan, dan Banyuwangi yang terus berkembang

dan mempercantik diri.

Lamongan, siapa yang mau datang kesana beberapa tahun yang lalu,

tetapi setelah para pengambil kebijakan dapat bersinergi dengan para pemilik modal,

Lamongan dapat menjadi “magnit” yang sangat luar biasa,

berapa devisa yang dapat dinikmati daerah tersebut,

berapa lapangan pekerjaan yang dapat disediakan untuk warganya,

sungguh sangat bijak dan cantik,,,,,

Kapan daerahku yang sangat kaya ini

dapat meniru daerah-daerah tersebut ?

oh,

kapan,

“Magic Communication” with NLP

May 10, 2010

“Magic Communication” with NLP dalam Coaching & Counceling.

Manfaat :

  1. Mampu memprogram diri dan pikiran agar trampil dan prima dalam menjalankan konseling
  2. Mampu melakukan teknik pendekatan (rapport building) dan membangun kepercayaan untuk mengurangi hambatan komunikasi (communication barriers) dalam hubungan interpersonal
  3. Mampu menggunakan teknik bertanya dan teknik klarifikasi untuk menggali permasalahan (yang sebenarnya) secara cermat
  4. Mampu mendeteksi indikasi adanya informasi yang menyesatkan atau kebohongan (false information)
  5. Mampu memberikan feedback secara afektif
  6. Mampu mengarahkan karyawan pemecahan masalah secara mandiri
  7. Mampu mengikat komitmen , memotivasi dan mengarahkan pada pencapaian tujuan secara konkrit
  8. Mampu melakukan Therapy ringan

Materi :

Materi :

1. NLP, Teknologi optimalisasi pikiran manusia (mind technology)
Pemanfaatan komunikasi dengan pikiran bawah sadar (unconscious mind)
3. Sistem Representasi dan Realitas Internal (Representational System)
4. Teknik pendekatan dan membangun kepercayaan (Rapport, Pacing & Leading)
5. Teknik komunikasi linguistic , paralinguistic & body language
6. Teknik klarifikasi Meta Model
7. Teknik deteksi, kalibrasi dan Eye Accessing Cues
8. Teknik mengarahkan pada pemecahan masalah menggunakan neurological level
9. Teknik membentuk tujuan yang SMART (well-formed outcome)

10. Teknik memotivasi dan mengikat komitmen pada pencapaian tujuan secara konkrit (future pacing)

11.  Therapy dengan NLP


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.